Tampilkan postingan dengan label desembar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desembar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

Ancaman Utama Bumi Bukan Kiamat, tetapi Manusia


 Belakangan, isu kiamat pada 21 Desember 2012 mengemuka, didasarkan pada interpretasi yang salah akan kalender suku Maya. Isu tersebut membuat sejumlah orang khawatir, bahkan sulit tidur. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA pun kebanjiran surat elektronik yang menanyakan perihal akhir dunia itu.

Merasa perlu mengklarifikasi, NASA membuat tanggapan tentang sebab-sebab kiamat seperti yang beredar di jejaring sosial. Sebab-sebab kiamat di antaranya adalah adanya benda langit yang akan menghantam Bumi dan badai Matahari yang mematikan.

Peneliti Matahari NASA, Lika Guhathakurta, mengatakan bahwa Matahari memang sedang pada puncak aktivitasnya akhir-akhir ini. Badai Matahari memang bisa merusak sistem komunikasi, tetapi sejumlah perangkat telah dikembangkan untuk memberi peringatan. Badai Matahari tak mengancam jiwa manusia secara langsung.

Sementara itu, tentang planet, asteroid atau apa pun yang akan menabrak Bumi, Don Yeomans dari Jet Propulsion Laboratory NASA mengatakan, satu-satunya benda dekat Bumi yang akan melintas dekat adalah asteroid pada 13 Februari 2013. Namun, asteroid melintas pada jarak 6.378 kilometer, takkan menghantam Bumi.

NASA juga menyatakan bahwa isu Bumi akan gelap pada 23-25 Desember 2012 hanyalah isapan jempol. NASA tak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Sementara itu, kesegarisan semua planet di Tata Surya pada satu waktu yang dikatakan menjadi sebab fenomena itu juga tak mungkin terjadi.

Andrew Fraknoi, astronom di Foothill College, California, mengatakan, lebih baik manusia fokus pada masalah Bumi yang memang sedang dihadapi saat ini, seperti perubahan iklim. Mitzi Adams, pakar Matahari di NASA, juga menyetujuinya.

"Ancaman terbesar Bumi pada tahun 2012, pada akhir tahun ini dan di masa depan, adalah dari ras manusia itu sendiri," kata Adams, seperti dikutip Livescience, Rabu (28/11/2012). Jika manusia tak berubah, perubahan iklim tak terelakkan,  kepunahan banyak spesies makhluk hidup niscaya terjadi.



Sumber : sains.kompas.com              

Bumi Akan Gelap 23-25 Desember 2012


Sebuah kabar beredar, Bumi akan gelap pada tanggal 23 hingga 25 Desember 2012. Kabarnya, hal ini disebabkan oleh Alignment of Universe atau sejajarnya alam semesta yang terjadi pada tanggal 23 hingga 25 Desember tahun ini.

Meski kebenaran hal ini masih diperdebatkan, masyarakat diimbau agar tidak panik dan tetap waspada. Menurut NASA, hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan isu kiamat 2012 yang sempat merebak beberapa waktu lalu.

NASA juga menambahkan bahwa Bumi diperkirakan akan mengalami kegelapan total pada tanggal 23 hingga 25 Desember 2012 yang disebabkan oleh Alignment of Universe atau sejajarnya alam semesta.

Ilmuwan Amerika Serikat memperkirakan akan terjadi perubahan alam semesta di mana Matahari, Bumi dan plenet-planet lain akan sejajar atau berada dalam satu garis lurus untuk pertama kalinya.

Perubahan alam semesta yang diperkirakan adalah berubahnya posisi Bumi dan selama 3 hari dalam kegelapan, Bumi akan mengadapi sebuah dunia baru. Namun hal ini masih belum jelas kebenarannya.

Banyak yang mempertanyakan, jika memang terjadi Alignment of Universe atau sejajarnya alam semesta, kenapa Bumi mengalami kegelapan total? Lalu kenapa sampai 3 hari lamanya, bukankah masing-masing planet memiliki periode rotasi dan revolusi yang berbeda-beda? Pertanyaan seperti inilah yang muncul dari berbagai kalangan.

Seperti yang dilansir dari blog BemFM, kabar ini masih dipertanyakan kebenarannya, namun tak ada salahnya kita selalu waspada dan siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Planet sejajar sebenarnya sudah pernah terjadi pada 1998 (saat Indonesia rusuh) dan warga bumi baik-baik saja. Dan kedudukan planet sejajar ini dalam waktu dekat tidak akan terjadi lagi.

Menurut NASA: “Tidak akan ada kedudukan planet sejajar dalam beberapa dekade mendatang, bumi tidak akan memotong galaksi pada 2012, jika terjadi pun, efek ke bumi boleh diabaikan. Tiap Desember Bumi dan Matahari sejejar dengan pusat Galaksi Bima Sakti dan terjadi tipa tahun tanpa konsekuensi.(sott.net)



Sumber : surabaya.tribunnews.com

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons